Metode Menghindari Perzinaan

Quantcast

“Zina yaitu masuknya kelamin lelaki pada kelamin wanita dengan penuh nafsu, yang diharamkan hal itu dalam syariat Islam” [1]

Wahai para ikhwan dan akhwat yang dirakhmati Allah azza wa jalla. Sudah sepantasnya kita sebagai seorang pemuda hendaknya kita menghindari perzinaan yang diimpor dari negara kafir barat terutama Bangsa amerika maupun Israel. Memang hukum yang kita pegang adalah demokrasi yang hanya berpihak pada mayoritas dan menindas minoritas yang padahal kebenaran itu mutlak dipegang oleh kaum minoritas. Namun, walau pun demikian kita juga bisa mengatur diri kita sendiri dengan syariat islam yang dipegang teguh oleh Khalifah Islam dahulu. Jangan mudah terbujuk oleh nafsu dan janganlah diperbudak oleh kehidupan dunia. So, apa akibatnya? Perzinaan itulah yang kian merajalela di negeri ini akibat sistem yang kita pegang saat ini. Bagaimana kita menghindari perzinaan dikalangan ikhwan maupun akhwat saat ini?

>> Menjauhkan diri dari pergaulan bebas lelaki dan perempuan

Yups.. Kita diwajibkan untuk berikhtilat yaitu berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan. Bagaimana pun bentuknya, walau pun dalam nilai positif, namun tentunya setan menggoda kehadiran seorang ikhwan dan akhwat yang sedang berduaan. Jadi, mending kita berteman dengan kaum sejenis masing-masing saja. Jangan terlalu dekat dengan lawan jenis.

“Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duan dengan seorang wanita, kerana syaitan akan menjadi ketiganya.” [2]

>> Tidak mendatangi daerah prostitusi

Daerah prostitusi maksudnya daerah yang sering dipakai untuk berzina. Misalnya Dolly (ma’af,-pent) tempat ini digunakan untuk melampiaskan nafsu syahwatnya kaum laki-laki. Para wanita yang menjual harga diri dengan murah mau saja dengan rela dibeli kehormatannya. Namun mengapa pemerintah tidak menanggapi dengan serius? Mengapa hukum Islam tidak ditegakkan di tempat itu? Tentunya kita sudah mengetahui jawabannya.

“Allah azza wa jalla memulai dengan wanita kerana kebanyakan manusia menginginkannya, juga kerana mereka merupakan  jerat-jerat syaitan yang menjadi fitnah bagi kaum lelaki, sebagaimana sabda Rasulullah saw. Tiadalah aku tinggalkan setelahku selain fitnah yang lebih berbahaya bagi lelaki daripada wanita.” [3]

>> Tidak mendatangi panti pijat atau salon kecantikan yang dicurigai ada maksiatnya

Mendatangi panti pijat yang dicurigai ada plus-plusnya sepertinya sudah tidak asing lagi bagi para ikhwan dan akhwat. Kalau didenger-denger, panti pijat yang sering diomongin sama remaja saat ini adalah panti pijat melati yang memberikan layanan khusus bagi para ikhwan dan akhwat yang haus akan nafsu syahwatnya. Na’uzubillah. Semoga kita dijauhkan dari hal-hal tersebut.

Jika ada seseorang lelaki yang berkoresponden dengan seorang wanita yang bukan mahramnya, yang pada akhirnya mereka saling mencintai, apakah perbuatan itu haram? Perbuatan itu tidak diperbolehkan, kerana boleh menimbulkan syahwat di antara keduanya, serta mendorongnya untuk bertemu dan berhubungan, yang mana koresponden semacam itu banyak menimbulkan fitnah dan menanamkan dalam hati seseorang untuk mencintai penzinaan yang akan menjerumuskan seseorang pada perbuatan yang keji, maka dinasihati kepada setiap orang yang menginginkan kebaikan bagi dirinya untuk menghindari surat-suratan, pembicaraan melalui telefon, serta perbuatan semacamnya demi menjaga agama dan kehormatan dirinya. [4]

>> Tidak membaca buku-buku dan majalah porno

Tidak lama ini Indonesia disuguhkan oleh majalah-majalah yang berbau porno oleh bangsa KAFIR amerika. Misalnya majalah Playboy, majalah ini menampilkan sesosok calon wanita penghuni neraka jahanam yang sedang bertelanjang tanpa memakai kain sedikit pun. Tentunya ini merupakan sebuah penghinaan yang cukup besar terhadap negara yang mayoritas dihuni oleh kaum alim ulama dan para syekh di negeri Islam ini. Jadi, untuk menghindari perzinaan kita kudu menjauhi hal-hal seperti ini.

>> Giat dalam beribadah, bekerja, berolahraga dan menuntut ilmu

Kita sebagai seorang ikhwan dan akhwat sudah diwajibkan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya. Karena telah ditafsirkan bahwa “seorang yang diperbudak oleh nafsu, ilmunya sedikit bermanfaat” artinya mereka tidak mempedulikan pengetahuan akan hal-hal yang diwajibkan maupun yang dilarang. Sehingga mereka menghalalkan berbagai macam cara untuk berbuat sesuatu. Hal inilah yang perlu kita hindari.

“Sedikit ilmu lebih baik dari banyak ibadah. Cukup bagi seorang pengetahuan fiqihnya jika dia mampu beribadah kepada Allah (dengan baik) dan cukup bodoh bila seorang merasa bangga (ujub) dengan pendapatnya sendiri.” [5]

>> Membiasakan diri berdzikir kepada Allah azza wa jalla yang sebagai hasilnya maka setan akan menghindari dari diri orang itu

Sesudah sholat kita berdzikir disaat berjalan kita berdzikir ya memang sudah sepatutnya kita mengingat Allah azza wa jalla secara terus menerus supaya kita dijauhkan dari perbuatan keji dan munkar. Tentunya dengan niat yang tulus insyaAllah kita akan senantiasa dilindungi dari perzinaan.

“Hai Orang-orang yang beriman, sebutlah Allah (berdzikirlah) dengan zikir yang sebanyak-banyaknya.” [6]

>> Tidak menonton film cabul

Banyak nich sekarang dikalangan artis yang melakukan hal yang tidak terpuji. Contohnya ariel-luna-tari; mereka sebenarnya bukanlah sebuah pigur yang patut kita banggakan. Allah azza wa jalla saja membenci mereka. Seharusnya menurut hukum Islam mereka itu dibunuh. Namun apa yang terjadi? mereka tersenyum dengan bangganya karena mereka telah menyampaikan sebuah kejahiliyahan kepada publik. Jadi, nggak usah menontot film-film yang rendah derajatnya di mata Allah azza wa jalla.

Jadi, hindarilah perbuatan zina itu. Janganlah kita diperbudak oleh hawa nafsu kita sendiri sehingga kita dijauhkan dari yang namanya kebenaran. Semoga tips ini membuat kita instropeksi akan diri kita masing-masing. Tetapkanlah istiqomah dalam berbagai kebaikan.

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya hal itu sebagai perbuatannya dosa besar dan jalan yang buruk” [7]

Catatan Kaki:

[1] Tafsir Qurtubi II; 159

[2] Hadis Riwayat Ahmad dan Tirmidzi dengan sanad yang sahih. Dari Jabir bin Samurah

[3] Hadis Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah. Dari Imam Qurthubi

[4] Syaikh Abdullah bin abdur Rahman al-Jibrin

[5] Hadits Riwayat. Ath-Thabrani

[6] Al-Qur’an Surat Al-Ahzab; 41

[7] Al-Qur’an Surat Isra’; 32

sumber: http://abdurrahmanshaleh.wordpress.com/2011/03/05/metode-menghindari-perzinaan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s