ORANG-ORANG YANG DI BERI NIKMAT

 

TUGAS PRIBADI

PEMBELAJARAN QUR’AN HADITS

Tentang

ORANG-ORANG YANG DI BERI NIKMAT

(QS AN- NISA’ AYAT 69)

 

 

 

 

Oleh:

Diones Aliaski            : 408. 597

 

 

Dosen Pembimbing :

Drs. Hasyimi Dt, Rp, Sh, M. si

 

 

 

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI-D)

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)

IMAM BONJOL PADANG

1432 H/2010 M

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT, karena atas berkat dan rahmat-NYA penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat beriring salam kita kirimkan untuk Nabi Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kegelapan kepada alam yang terang benderang dan penuh dengan ilmu pengetahuan ini.

Dalam penulisan makalah yang berjudul orang-orang yang diberi nikmat ini, pemakalah banyak menemui kendala dan kesulitan tetapi dapat juga di selesaikan dengan baik, meskipun masih jauh dari kesempurnaan. pemakalah menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini berlangsung karena dorongan dan bantuan dari berbagai pihak.

Pemakalah menyadari bahwa penulisan dan penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, pemakalah mengharapkan kritikan dan saran demi kesempurnaannya, mudah-mudahan laporan ini bermanfaat bagi penulis maupun pembaca.

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

Alquran  adalah sumber ajaran umat Islam  yang menceritakan  maka dari itu diwajibkan bagi umat  Islam untuk mempelajari serta  mengamalkannya kemudian untuk mempelajarinya kita telah dimanjakan dengan buku-buku atau kitab-kitab yang telah disusun oleh ulama-ulama terdahulu.

Sesuai dengan argumen di atas kami akan mencoba mempelajari atau menyajikan apa yang kami pelajari dalam bentuk sebuah makalah tentang kisah yang terdapat didalam surat An- Nisa’ ayat 69 tentang orang-orang yang diber nikmat oleh Allah SWT.

 


BAB II

PEMBAHASAN

ORANG-ORANG YANG DIBERI NIKMAT OLEH ALLAH SWT

  1. A.    Q.S AN-NISA’ AYAT 69

ÉÇ ÉOŠÏm§9$#`»uH÷q§9$# «!$# Oó¡Î0

`tBur ÆìÏÜム©!$# tAqߙ§9$#ur y7Í´¯»s9’ré’sù yìtB tûïÏ%©!$# zNyè÷Rr& ª!$# NÍköŽn=tã z`ÏiB z`¿ÍhŠÎ;¨Y9$# tûüÉ)ƒÏd‰Å_Á9$#ur Ïä!#y‰pk’¶9$#ur tûüÅsÎ=»¢Á9$#ur 4 z`Ý¡ymur y7Í´¯»s9’ré& $Z)ŠÏùu‘ ÇÏÒÈ

Artinya:

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya.” (An-Nisa’ ayat 69)[1]

 

 

ASBABUN-NUZUL

Pada suatu waktu datangseorang lelaki menghadap Rasulullah SAW seraya berkata: “wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mencintaimu melebihi kecintaanku kepada diriku sendiri dan anak kandungku menemuimu, kerinduanku tidak bias dibendaung lagi. Dan jika aku ternngat ajal akan menghampiri baik menghampiriku maupun menghampirimu, aku berkeyakinan bahwa engkau akan diangkat kepada suatu derajat yang lebih tinggi bersama-sama dengan para Nabi di surga. Apabila aku masuk surga, takut rasanya untuk bertemu denganmu di sana”. Sehubungan dengan kata-kata sahabat ini Allah swt menurunkan ayat ke-69 yang murupakan jawaban aras pertanyaan itu dan janji Allah kepada merka yang beriman, taat dan patuh kepada Allah swt dan Rasul-Nya untuk dimasukkan surga bersama orang yang dianugerahi nikmat dan rahmat, yaitu para Nabi, Syuhada, Shiddiqin dan orang-orang Shaleh.[2]

PENJELASAN

Setiap orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya menurut cara yang dijelaskan dalam ayat-ayat terdahulu, mengerjakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan, pada hari kiamat kelak dia akan menjadi teman hamba-hamba Allah yang paling dekat kepada-Nya dan paling tinggi derajatnya. Mereka adalah hamba-hamba pilihan Allah dan ada pada setiap umat. Barangsiapa di antara umat ini taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan termasuk golongan mereka dan pada hari kiamat kelak akan dikumpulkan bersama mereka. Para Nabi, para shiddiqin, para syuhada’ dan orang-orang shaleh itu baginya seperti teman, karena mereka sangat mencintai dan senang melihatnya.[3]

Jadi, orang-orang yang diberi nikmat itu adalah:

  1. Para Nabi

Menurut istilah, Nabi ialah seorang laki-laki yang di beri khabar (wahyu) oleh Allah berupa syariat yang dahulu (sebelumnya), ia mengajarkan orang-orang di sekitarnya dari umatnya (Penganut syariat ini).

  1. Shiddiiqiin

Shiddiiqiin didefinisikan sebagai orang yang memiliki keteguhan dan kepercayaan penuh akan kebenaran rasul dan siap menerima apapun resikonya demi kebenaran yang telah Ia yakini.

  1. Syuhada

Adalah orang yang meninggal di jalan Allah

  1. Sholihin

“Yang sebaik-baik mereka itu menjadi kawan-rapat” (ujung ayat 89).

Sejak dari dunia ini, kalau diri telah bersedia taat kepada Allah dan rasul, sudah terang bahwa segala orang yang duduk dalam mertabat yang mulia itula kawan. Merskipun sekarang ini tidak bertemu muka, namun jiwa telah berkawan, cita-cita yang dijalankan ialah cita-cita mereka. Sampai di akhirat mereka pulalah kawan. Alangkah bahagianya kalau Nabi-nabi, Shiddigqin, Syuhada’ dan Shalihin yang menjadi kawan.[4]

AYAT-AYAT YANG BERKAITAN

Qur’an SuratAl-Fatihah ayat 6-7

$tRω÷d$# xÞºuŽÅ_Ç9$# tLìÉ)tGó¡ßJø9$# ÇÏÈ xÞºuŽÅÀ tûïÏ%©!$# |MôJyè÷Rr& öNÎgø‹n=tã Ύöxî ÅUqàÒøóyJø9$# óOÎgø‹n=tæ Ÿwur tûüÏj9!$žÒ9$# ÇÐÈ

Artinya : Tunjukilah kami jalan yang lurus, 7. (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat

Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang Ia kehendaki dan juga Ia berhak mencabut petunjuknya dari hamba-hamba yang dzalim, siapapun yang Ia kehendaki.

“Ya Allah, tunjukanlah kami ke jalan yang lurus”. Maksudnya disini adalah Jalan yang lurus merupakan jalannya orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah SWT, bukan jalannya orang-orang yang dibenci oleh-Nya dan bukan juga jalannya orang-orang yang sesat.


BAB III

PENUTUP

  1. A.    KESIMPULAN

Jalan yang lurus adalah jalan orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah swt, itu terdapat dalam surat al-fatihah ayat 6 dan an-nisa’ ayat 69. kalau kita ingin diberi nikmat oleh Allah tentunya kita harus mengamalkan dan mengikuti petunjuk dari ayat-ayat ini. Diantara orang yang diberi nikmat tersebut adalah:

1. Para Nabi

2. Shiddiiqiin

3. Syuhada

4. Sholihin

 

  1. B.     Saran

Makalah ini yang berjudul perempuan yang diuji tentu tidak luput dari kekurangan karena tidak sempurnanya kita sebagai manusia, maka untuk itu untuk memperlancar makalah di masa yang akan datang kami mengharapkan saran terutama dari dosen pembimbing dan dari teman-teman.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Hamka, Tafsir Al-Azhar Jakarta Selatan, Karuna: 1975

A. Mujab Mahali. Asbabun-nuzul : sutudi pendalaman Al-Qur’an. Jakarta : Rajawali, 1989

Ahmad Mushthafa Al-Maraghi. Terjemah Tafsir Al-Maraghi. Semarang CV. Toha Putra : 1986

Shihab Qurais, tafsir al-misbah Jakarta, lentera Hati: 2008

 

 


[1]  Al-Qur’anul karim

[2] A. Mujab Mahali. Asbabun-nuzul : sutudi pendalaman Al-Qur’an. Jakarta : Rajawali, 1989. hal 260

[3] Ahmad Mushthafa Al-Maraghi. Terjemah Tafsir Al-Maraghi. CV. Toha Putra : semarang, 1986. hal 140

[4] Hamka, Tafsir Al-Azhar Jakarta Selatan, Karuna: 1975 hal. 176

Komentar
  1. Abidin Toyib mengatakan:

    Orang-orang yang telah diberi nikmat ada tertulis didalam surah Az-Zukhruf 43 nomer 59 & 61.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s