Data dalam program pelayananbimbingan dan konsling di sekolah

MAKALAH

Bimbingan dan konsling

Tentang

 

Data dalam program pelayananbimbingan dan konsling di sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh

Lucia : 408 615

 

 

Dosen pembimbing

Bpk Mulyadi S. Ag M.Pd

 

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI-D )

FAKULTAS TARBIYAH

INSTITUT AGAM ISLAM NEGRI (IAIN )

IMAM BONJOL PADANG

2010 M/1431 H

 

 

PENDAHULUAN

 

Dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 39 ayat ( 2 ) menyebutkan pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran melakukan pembimbingan dan pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat. Maka seharusnyalah seorang konselor/para pendidik menyadari bahwa pemberian bimbingan kepada peserta didik adalah merupakan hak bagi stiap peserta didik.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa bimbingan dan konsling merupakan suatu proses bantuan yang terus-menerus dan sistematis dari konselor/guru pembimbing kepada kliennya agar tercapai pemahaman diri, penerimaan diri, dan perwujudan diri dalam rangka mencapai tingkat perkembangan optimal dan penyesuayan diri dengan lingkungan.

untuk dapat memberikan pelayanan bimbingan dan konsling yang efektif dan efisien seorang konselor harus memahami klienya /peserta didik secara utuh dan memahami pula kondisi lingkunganya sepenuhnya, pemahaman yang utuh tentang klien/peserta didik dan kondisi lingkungan akan dapat diperoleh dari data tentang kondisi klien dan lingkungannya maka penulis kali ini akan membahas  “data dalam program pelayanan bimbingan dan konsling disekolah”

 

 

 

 

Penulis

 

Data tentang program pelayanan

Bimbingan dan konsling di sekolah

 

Bimbingan dan konsling adalah  merupakan suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari konselor/ guru pembimbing kepada kliennya agar tercapai pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri, dalam rangka mencapai tingkat perkembangan optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.[1]

Untuk dapat memberikan pelayanan bimbingan dan konsling yang efektif dan efisien, seorang konselor harus memahami kliennya/ peserta didik secara utuh, dan memahami pula kondisi lingkungannya sepenuhnya, pemahaman yang utuh tentang klien/ peserta didik dan kondisi lingkungannya akan dapat diperoleh dari data tentang kondisi klien dan lingkungannya maka hal-hal yang menyangkut dengan data adalah.

  1. Jenis data

 

Pada dasarnya ada dua jenis data yang perlu dikumpulkan dalam rangka pemberian pelayanan bimbingan dan konsling yang efektif dan efisien, yaitu data tentang pribadi peserta didik dan data tentang lingkungan.

 

Data Pribadi

 

      Data pribadi peserta didik adalah berupa, data perorangan yaitu data yang dikumpulkan dari masing-masing peserta didik dari data pribadi dapat diperoleh pemahaman tentang keunikan pribadi masing-masing peserta didik, sebagaiman firman Allah swt ( Q.S Al-isra’ : 84 )

 

 

 

 

artinya : katakanlah, tiap-tiap orang berbuat menurut keadaanya masing-masing. (

(Q.S Al-isra’: 84 )

Dari ayat ini dapat dipahami bahwa setiap individu mempunyai perbedaan dalam kesiapan dan kemampuan phisik dan intelektual, yang sekaligus akan melahirkan perbedaan pula dari segi kemampuan bekerja, memperoleh rezeki, meraih ilmu pengetahuan, mengkaji kebenaran dan keadilan, oleh karena setiap siswa mempunyai keunikan pribadi masing-masing, maka guru/konselor harus pula memperlakukan mereka sesuai dengan kesiapan dan kemampuan intelektual yang mereka miliki, hal ini sesuai dengan perkataan Ali Bin Abi Thalib

 

“ Bicaralah kepada manusia sesuai dengan apa yang mereka ketahui ( appersepsi ). Apakah kamu suka jika Allah dan Rasul-nya didustakan ? ( Abdurrahman An-Nahlawy

 

Untuk memperoleh pemahaman yang utuh tentang keunikan pribadi setiap peserta didik diperlukan data sebagai berikut :

  1. Data kenal diri ( Nama, jenis kelamin, tempat dan tanggal lahir dll.)
  2. Data tentang keluarga ( orang tua, jumlah saudara, keadaan sosial dan ekonomi dll )
  3. Data tentang  perkembangan kesehatan ( perkembangan phisik dan psikis )
  4. Data tentang pendidikan dan hasil belajar ( riwayat sekolah, angka rapor dll )
  5. Data tentang kecerdasan, bakat, minat, aspirasi, dan cita-cita
  6. Data tentang keadaan lingkungan, kegiatan luar sekolah, penyesuaian sosial, nilai-nilai dan sikap.
  7. Data tentang kematangan emosional dan kebiasaan sehari-hari.
  8. Data tentang masalah-masalah yang dihadapi

 

Data tentang lingkungan

 

          Selain dari data pribadi, dalam pelaksanaan program bimbingan dan konsling ini diperlukan juga data tentang lingkungan, data tentang lingkungan ini sangat berguna dalam rangka memberikan informasi dan penjelasan kepada para peserta didik, disamping itu data tentang lingkungan ini juga diperlukan untuk membantu siswa dalam proses penyesuaian diri, peserta didik memerlukan berbagai informasi tentang lingkungan, khususnya lingkungan yang berkaitan erat dengan program dan kegiatan pendidikan, minat, dan cita-cita peserta didik.

Adapun data tentang lingkungan yang perlu dikumpulkan, meliputi:

a)      Data tentang informasi pendidikan meliputi jenis program kurikulum, sistem belajar dll.

b)      Data tentang informasi jabatan/pekerjaan, meliputi jenis-jenis jabatan, kesempatan dan syarat-syarat bekerja dll.

c)      Data tentang lingkungan sosial, meliputi adat istiadat, norma dan nilai-nilai, lembaga/ organisasi sosial dll

Dengan adanya data tentang lingkungan ini maka seorang konselor/guru pembimbing dapat memberikan informasi yang jelas kepada para peserta didiknya, sehingga dengan demikian para peserta didik dapat terhindar dari keraguan, kesulitan dan perbuatan tercela.

Dengan pemahaman yang utuh tentang pribadi peserta didik dan pengetahuan yang luas tentang kondisi lingkungan, konselor/guru pembimbing diharapkan dapat membantu para peserta didik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal ke arah tujuan yang diharapkan.

 

  1. Sumber data

 

Untuk mendapat data yang diperlukan, baik data pribadi maupun data tentang lingkungan diperlukan sumber data yang dapat dipercaya. Yang dimaksud dengan sumber data disini adalah pihak-pihak yang dapat memberikan keterangan data yang diperlukan, sumber data itu ada yang primer dan ada pula yang sekunder.

Sumber data primer atau langsung  adalah apabila suatu data atau keterangan diperoleh langsung dari indifidu yang bersangkutan, misalnya : data tentang pribadi seseorang peserta didik diperoleh langsung dari peserta didik yang bersangkutan.

Sedangkan sumber data sekunder atau tidak langsung adalah data yang diperoleh dari pihak-pihak lain, misalnya : data tentang siswa A, diperoleh dari orang tua atau dari teman dekatnya.

Kedua macam sumber data itu digunakan untuk memperoleh data yang otentik

 

  1. Teknik pengumpulan data

 

Untuk mengumpulkan data pribadi dan data tentang lingkungan dari berbagai sumber data yang telah dikemukakan pada uraian di atas dapat digunakan dua macam teknik yaitu teknik tes dan teknik non tes.

    1. Teknik Tes

Data yang dikumpulka dengan menggunakan teknik ini adalah data pribadi yang bersifat kemampuan potensial atau kemampuan dasar berupa: kecerdasan, bakat, minat, dll, disamping kemampuan dasar, teknik tes juga digunakan untuk mengungkapkan kemampuan hasil belajar peserta didik baik melalui tes yang terstandarisasi, maupun melalui ujian / tes buatan guru.

    1. Teknik Non Tes

Teknik Non Tes lebih sesuai digunakan untuk menilai aspek tingkah laku, sikap, minat, perhatian, karakteristik, adapun beberapa instrument pengumpul data yang tergolong Non Tes adalah sebagai berikut :

a)      Wawancara

wawancara merupakan instrument pengumpul data yang dilakukan dengan cara mengemukakan pertanyaan kepada klien secara lisan dan dijawab pula oleh klien secara lisan, untuk dapat melaksanakan wawancara dengan baik koselor/guru pembimbing hendaklah dapat menciptakn suatu situasi yang bebas, terbuka dan menyenangkan, sehingga klien yang diwawancarai dapat dengan bebas dan terbuka memberikan keterangan yang diperlukan secara gamlang, begitu juga dengan pertnyaan-pertanyaan yang diajukan diharapkan tersusun dengan baik sehingga dapat dengan mudah dipahami dan dapat pula dijawab dengan baik oleh individu yang diwawancarai.

b)     Angket

Apabila dalam wawancara, tanya jawab antara pewawancara dengan responden dilaukan secara lisan, maka dalam angket, tanya jawab tersebut dilakukan secara tertulis, dalam hal ini, data yang ingin dikumpulkan dijabarkan di dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan tertulis, dan responden menjawab pertanyaan itu secara tertulis pula, dengan menggunakan angket dapat diperoleh data tentang keadaan, data priadi, pengalaman, pengetahuan dan pendapat dll

c)      Pengamatan (observasi )

Pengamatan merupakan teknik untuk merekam secara langsung atau tidak langsung peristiwa atau kegiatan-kegiatan yang sedang terjadi, pengamatan yang berencana biasanya dilakukan dengan persiapan yang sistematis baik mengenai waktunya, alat yang akan digunakan maupun aspek-aspek yang diamati, jika pengamatan ini dilakukan dengan cermat dan hati-hati, maka akan diperoleh data obyektif, oleh karena itu agar data yang dikumpulkan itu dapat dicatat dengan sebaik-baiknya dan perlu dipersiapkan pedoman pengamatan dalam bentuk seperti catatan kecil.

d)     Periksaan fisik dan kesehatan

Data tentang keadaan fisik dan kesehatan cukup penting untuk menunjang menjang kegiatan pendidikan di sekolah yang membutuhkan penggunaan energi serta ketahanan fisik tertentu oleh karena itu pemeriksaan secara medis hendaknya dapat dilakukan oleh para ahli kesehatan seperti : dokter, perawat dll, pemeriksaan penglihatan, pendengaran, serta penyakit-penyakit tertentu hendaknya dilakukan secara berkala oleh petugas-petugas kesehatan.

 

e)      Inventori

Inventori merupakan suatu alat untuk menyingkap keadaan pribadi siswa, data keadaan pribadi yang dapat diungkap melalui inventori ini antara lain: minat, kebiasaan, sikap, kegiatan sehari-hari.

f)       Analisis hasil belajar

Hasil belajar yang diperoleh siswa merupakan data yang amat penting, yang dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk memberikan /merencanakan pemberian pelayanan bimbingan dan konsling kepada peserta didik, pada umumnya hasil belajar yang diperoleh oleh peserta didik dapat memberikan petunjuk tentang kesulitan belajar yang dialami misalnya : siswa yang memperoleh nilai rendah dari pada rata-rata kelas dapat diperkirakan bahwa ia mengalami kesulitan dalam belajar.

g)      Riwayat hidup dan catatan harian

Riwayat hidup dan catatan harian peserta didik dapat merupakan salah satu teknik untuk mengumpulkan data, dalam riwayat hidup dan catatan harian ini akan ditemukan berbagai peristiwa yang pernah dialami, dan segala sesuatu yang merupakan cita-citanya, dengan membaca catatan harian atau riwayat hidup peserta didik/ klien dapat diketahui dinamika kehidupan peserta didik atau klien sehari-hari

 

  1. Himpunan data

Semua data yang telah dikumpulkan dengan berbagai teknik pengumpulan data di atas, kemudian disimpan dan dihimpun dalam himpunan data

( cumulative record ) yang mantap terutama sekali lembaga pendidikan dasar, dan menengah ( SD-SLTA ) Dikatakan demikian karena pada usia-usia tersebut peserta didik sedang berada pada tahap perkembangan yang membutuhkan perhatian yang serius.

Dalam penyimpanan dan pemeliharaan data ini perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a)      Kesistematisan data

Dalam penyimpanan, pemeliharaan data ini perlu diperhatikan azas kesederhanaan, kemudahan, kesinambungan sehingga jika suatu kali data diperlukan dapat ditemukan dengan mudah dan jika ada tambahan data yang baru dapat pula dimasukan dengan cepat, penyimpanan data ini dapat menggunakan buku, file, map, ataupun komputer.

b)      Kerahasiaan data

Data pribadi yang bersifat rahasia, selain dapat dipergunakan oleh guru pembimbing atau koselor juga dapat digunakan oleh pihak lain yang memerlukanya, sebaiknya data yang menurut pertimbangan guru pembimbing /koselor harus dijaga kerahasiannya data agar tidak menghilangkan kepercayaan peserta didik /klien terhadap guru pembimbing / konselor dalam hal ini hanya orang-orang yang berkepentingan saja yang boleh mengetahui isi himpunan data tersebut.

c)      Kedinamisan data

Data yang disimpan dalam himpunan data harus bersifat dinamis, dinamis disini mengandung arti pengertian bahwa data itu hanya digunakan untuk kepentingan peserta didik / klien yang bersangkutan, kepentingan disini juga kepentingan yang menguntungkan peserta didik / klien bukan merugikan atau dapat merusak citra klien /peserta didik di kemudian hari.

Misalnya : laporan atau catatan /anekdot bahwa seorang siswa bernama A kedapatan berlaku tidak jujur ( menyontek ) dalam suatu ujian, berkelahi, merokok, dll laporan data seperti ini tidak perlu disimpan atau dipertahankan terus menerus, bila siswa yang bersangkutan telah menyadari kekeliruanya dan secara mantap telah merubah sikap dan perilaku yang tidak baik tersebut, maka catatan atau data tersebut harus segera dimusnahkan, sehingga dengan demikian data yang dihimpun tersebut dapat menunjang  perkembangan dan kepentingan siswa tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan  

Untuk memahami peserta didik maka seorang guru harus mampu mengumpulkan data, baik data pribadi maupun data tentang lingkunganya, cara untuk mengumpulkan data , adalah secara primer( langsung ) dan sekunder

( tidak langung ) Data yang terkumpul melalui berbagai teknik /prosedur seperti wawancara, anekdot, opsersefsi lapangan untuk setiap data  individu perlu dihimpun secara cermat, sistematis dan berkesinambungan.

 

  1. Saran  

Data dalam proses penyelenggaraan bimbingan dan konsling di sekolah sangat di perlukan sekali agar bimbingan dan konsling dapat terlaksana dengan efektif dan efisien maka setiap pembimbing/ konselor harus memehami dan mempelajari peserta didik mulai dari kehidupan pribadi sampai kepada lingkungan hidup peserta didik untuk melahirkan  peserta didik masa depan.


[1] A,Hallen,( 2001 ), bimbingan dan konsling  IAIN IB Press, Padang

Komentar
  1. saiful qodri mengatakan:

    selamat pagi.. bolehkah saya meng-copy nya? saya lg cari2 refrensi untuk skripsi saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s